Rabu, 29 April 2009

Kekalahan Caleg Agar disyukuri

Sebelum pemilihan umum (pemilu) Legislatif dilaksanakan, terlebih dahulu para caleg penuh dengan berbagai kesibukan berjuang dan dalam perjuangan tersebut selalu memerlukan pengorbanan, baik moril maupun materil. Semua itu dilakukan untuk mengapai suatu keberhasilan, meraih suara terbanyak.

Namun, pada hari pelaksanan pemilu legislatif, 9 April lalu, ternyata cukup banyak para caleg yang tidak berhasil untuk dapat meraih suara terbanyak, sehingga cita-citanya untuk duduk di kursi dewan tidak kesampaian alias gagal.

H. Ahya, Salah seorang caleg DPRD Kabupaten Lebak, Dapil 6, dari Partai PDI Perjuangan, yang kebetulan nasibnya mengalami kekalahan pada pemilu legislatif, mengatakan, yang diseyembarakan oleh para caleg adalah sebuah kedudukan atau jabatan, sedangkan jabatan itu merupakan titipan dari Allah SWT dan tentunya, keberhasilan pun merupakan rahasia Allah.

“Menang atau kalah, itu semua harus diterima dan harus disyukuri, karena keputusan menang atau kalah datangnya dari Tuhan Yang Maha Esa. Bagi caleg yang berhasil, jadilah anggota dewan yang amanah, bertanggung jawab dunia dan akherat, karena sebelumnya diawali berhadapan dengan sumpah jabatan,” kata H. Ahya.

Selain itu, lanjut H. Ahya, bagi caleg yang kalah, terimalah kekalahan itu dengan hati yang tulus dan iklas, karena dalam setiap menghadapi pertarungan, para caleg harus siap kalah dan menang.

“Bila kekalahan itu diterima dengan hati yang tulus dan iklas, insya Allah kita akan selamat. Allah akan lebih mengetahui kapan dan apa yang akan terjadi,” ucap H. Ahya.
Masih dikatakannya, lebih baik kalah sebagai caleg, dari pada menang sebagai caleg, tapi dalam melaksanakan amanah dari rakyat, berniat untuk hidup berlebihan, lupa daratan atau lupa pada sumpah jabatan.

“Buat apa, bila berniat seperti itu..? pepatah mengatakan, semakin tinggi pohon berdiri maka semakin kencang angin menerjang. Di jaman sekarang ini, ke depan berbagai cobaan dan godaan hidup semakin banyak.,” ungkap H. Ahya.

H. Ahya

Senin, 27 April 2009

8 Ruang SMPN I Cikulur Perlu Di Rehab

SMPN I Cikulur, merupakan salah satu SMP yang pertama dilingkungan Kecamatan Cikulur, Kabupaten Lebak. Gedung sekolah tersebut mulai dibangun sejak tahun 1985, sebanyak 8 ruang kelas, diatas lahan tanah 1 hektare.

Kepala SMPN I Cikulur, Suhartono, ketika ditemui diruang kerjanya mengatakan, jumlah ruangan yang ada saat ini sebanyak 24 ruangan, terdiri dari 22 ruang belajar, 1 ruang Osis, dan 1 ruang computer. Jumlah tenaga pengajar sebanyak 22 guru tetap (PNS) dan 12 guru honorer. Jumlah siswa saat ini mencapai 709 orang.

Lebih lanjut Suhartono menjelaskan, dari sejumlah ruangan yang ada, sebanyak 8 ruangan diantaranya kondisi bangunan bagian atas, seperti kap atas dan kusen-kusen sudah mulai mengkhawatirkan, hal ini disebabkan usianya sudah terlalu lama yakni 24 tahun.

“Guna menghindari hal-hal yang tidak diinginkan demi keselamatan para siswa dan guru ketika melaksanakan aktivitas, mohon dengan sangat kepada pemerintah daerah untuk memeriksa fisik sekolah dan dengan segera melakukan rehabilitasi gedung sekolah terutama 8 ruang bagian atas,” kata Suhartono.

Selain itu, kata Suharto, dalam rangka persiapan Sekolah Standar Nasional (SSN), pihak berharap dilakukannya pemagaran sekolah sepanjang 80 meter, agar sekolah lebih merasa aman dan nyaman dalam melakukan kegiatan belajar dan mengajar.

RA.Sudrajat

Untuk Memudahkan Akses Informasi UPT Pendidikan Cikulur Dukung Website

Pemerintah Provinsi (Pemrov) Banten melalui Dinas Pendidikan Provinsi Banten bekerjasama dengan Jaringan Informasi Pendidikan – Banten (JIP - B) dan PT. Telkom, yang akan mengupayakan dan berharap agar setiap sekolah diwilayah Provinsi Banten agar memiliki website sekolah masing-masing. Hal itu dikatakan Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Dinas Pendidikan Kecamatan Cikulur, Ohim. S.Pd.

Langkah Pemprov Banten agar disetiap sekolah memiliki website, dinilainya sangat bagus. Pasalnya, dengan memiliki website berarti memudahkan pemerintah pada khususnya maupun swasta pada umumnya untuk memudahkan mengakses dan mengetahui segala kemajuan dan kebutuhan sekolah tersebut.

“Kami mendukung sekali langkah Pemrov Banten agar setiap sekolah memiliki website, karena dengan itu banyak sekali manfaat dan kemudahan yang didapat,” kata Ohim saat ditemui.

Dengan memiliki website, lanjut Ohim, sekolah bersangkutan dapat menyimpan segala data, profil serta aktivitas kegiatan sekolah agar mudah diakses atau diketahui pihak luar.

“Ketika pemerintah atau pihak swasta ingin tahu data-data profil sekolah dan aktivitas sekolah atau kemajuan dan kebutuhan sekolah, hanya tinggal klik website sekolah yang bersangkutan, maka dengan mudah diketahuinya,” tutur Ohim.

Terpisah, Kepala SDN I Sumurbandung, Cecep Hidayat, mengatakan, pihaknya sangat mendukung terhadap program pemerintah yang terfokus pada upaya peningkatan mutu dan pelayanan dunia pendidikan.

Dalam hal ini, lanjut Cecep, dengan memiliki website, kondisi dan aktivitas kegiatan sekolah dapat dengan mudah diketahui pihak luar (pemerintah/swasta –red) dan sangat banyak sekali manfaat yang akan diambil oleh sekolah tersebut.

Namun, kata Cecep, dalam program tersebut, pemerintah juga harus lebih serius lagi dengan memberikan faktor-faktor penunjang lainnya, agar apa yang diharapkan dapat berjalan sesuai dengan harapan. Karena menurutnya, dalam hal ini ada beberapa sekolah yang kondisinya sangat tidak menunjang.

“Kami berharap agar pemerintah tetap peduli dan serius dalam upaya peningkatan mutu pelayanan pendidikan dengan memberikan fasilitas penunjang lainya agar apa yang dicita-citakan dapat tercapai sesuai dengan harapan,” kata Cecep.

RA. Sudrajat

Pemkab Lebak Gelar Silahturahmi Dengan Wartawan

Pemerintah Kabupaten Lebak belum lama ini, mengelar acara Coffee Morning, silahturahmi dengan wartawan khusus bertugas di Kabupaten Lebak. Acara tersebut dihadiri Wakil Bupati Lebak, Ir. Amir Hamzah, Asda II, III dan Asda IV serta seluruh Kepala Dinas, Badan dan Kantor di lingkungan Kabupaten Lebak, bertempat di Aula Multatuli, Setda Lebak.

Dalam sambutannya, Wakil Bupati Lebak, Ir. Amir Hamzah mengatakan, digelarnya acara tersebut bertujuan untuk meningkatkan tali silahturahmi dan terjalin hubungan yang harmonis antara Pemkab Lebak dengan para wartawan khususnya yang bertugas meliput di Kabupaten Lebak, sehingga dapat menciptakan mitra kerja yang baik.

“Tidak maksud lain dengan digelarnya acara ini. Kami hanya ingin meningkatkan tali silahturahmi, terjalin hubungan yang harmonis dan menciptakan mitra kerja yang baik,” katanya.

Dijelaskan Amir Hamzah, di era sekarang ini peran media (wartawan –red) sangatlah penting dan sangat membantu dalam pengembangan pembangunan dan pengetahuan. Maka untuk itu, pihaknya sangat berharap adanya dukungan peran media dalam proses upaya dan usaha pembangunan di Kabupaten lebak agar dapat berjalan dan maju sesuai harapan.

“Wartawan bagi kami adalah mata dan telinganya Pemkab Lebak. kami bisa melihat, mengetahui dan mendengar segala perkembangan yang terjadi di Kabupaten Lebak. itu semua berkat peran media yang sangat peduli kepada kami,” tegasnya.

Mendata Wartawan

Sementara itu, pada kesempatan yang sama Kabag Humas Pemkab Lebak, Alkadri mengatakan, saat ini Humas Lebak sedang mendata ulang keberadaan jumlah wartawan yang bertugas di Kabupaten Lebak, guna menghindari aksi-aksi penipuan yang mengatasnamakan wartawan. Pasalnya, pihaknya pernah mendapat laporan yang tidak enak di dengar dari berbagai narasumber.

Alkadri mengatakan, menurut data tahun 2008 tercatat sebanyak 141 wartawan yang bertugas meliput di Kabupaten Lebak. Namun setelah di data ulang tahun 2009, kini baru tercatat sebanyak 37 wartawan. Untuk itu, bagi rekan wartawan yang merasa belum didata ulang, pihaknya berharap untuk segera menghubungi Humas Lebak hingga tanggal 15 Mei 2009.

“Tahun 2008 tercatat 141 wartawan, setelah dilakukan pendataan ulang tahun 2009 tercatat 37 wartawan. Kami berharap bagi rekan-rekan wartawan yang merasa belum didata ulang, untuk segera menghubungi Humas Lebak hingga tanggal 15 Mei,” katanya.

RA. Sudrajat

Puskesmas Cileles Tingkatkan Mutu Pelayanan Kesehatan Masyarakat

Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) Cileles, Kabupaten Lebak, terus berupaya meningkatkan mutu pelayanan kesehatan terhadap masyarakat, hal itu, ditegaskan Kepala UPT Puskesmas Cileles, Saeful Mubaroq saat ditemui penulis diruang kerjanya.

Tujuannya, lanjut Saeful, tak lain agar masyarakat diwilayahnya merasa puas atas pelayanan kesehatan yang diberikan pihak Puskesmas. Saat ini, pihaknya memiliki 5 unit kendaraan motor mantri keliling (manling), 1 unit mobil ambulan serta tenaga medis satu dokter gigi dan satu dokter umum.

Lebih lanjut Saeful menjelaskan, selain berupaya di Puskesmas, peningkatan pelayanan kesehatan terhadap masyarakat dilakukan pula pada kegiatan posyandu – posyandu yang tersebar di enam desa binaannya, karena menurutnya, dalam kegiatan posyandu terdapat agenda pembinaan dan penyuluhan tentang kesehatan atau cara hidup sehat.

“Selain di Puskesmas sendiri, kami juga melakukan pencegahan penyakit di kegiatan posyandu, dengan memberikan penyuluhan dan pembinaan terkait kesehatan atau cara hidup sehat. Dan biasanya pada kegiatan posyandu banyak dihadiri oleh masyarakat khususnya kaum ibu. Berharap agar dapat diterapkan pada lingkungan keluarganya dan di lingkungan sekitarnya,” kata Saeful.

Masih kata Saeful, beberapa penyakit yang doniman diderita masyarakat di desa binaanya yaitu, penyakit Infeksi Saluran Pernapasan Atas (ISPA) dan penyakit ganguan pencernaan.

“Dengan niat baik dan ihklas dalam memberikan pelayanan kesehatan terhadap masyarakat serta niat kuat masyarakat ingin sembuh dan sehat. Alhamdullilah penyakit ISPA dan gangguan pencernaan dapat ditangani dengan oleh kami,” tutur Saeful.

Sementara itu, Romlah, salah satu pasien yang sedang berobat di Puskesmas Cileles saat itu, ketika ditanya penulis, mengakui bahwa pelayanan kesehatan yang diberikan pihak Puskesmas Cileles amatlah baik dan bagus, terlebih lagi dengan para pegawai yang ramah, sopan dan selalu tersenyum dalam pelayanannya.

“Alhamdullilah, pelayanan yang diberikan oleh Puskesmas Cileles cukup baik dan bagus, ditambah para pewagainya ramah-ramah, sopan dan selalu memberikan senyum,” kata Romlah.

Butuh Pemagaran

Ditambahkan Kepala UPT Puskesmas Cileles, Saeful Mubaroq, guna menciptakan rasa aman dan nyaman dalam beraktivitas di kantor, pihaknya sangat membutuhkan penataan gedung dengan kegiataan pemagaran di sekeliling gedung Puskesmas Cileles Hal itu, bertujuan, agar gedung dapat tertata dengan baik, terlihat rapih dan indah serta dapat menciptakan suasana aman dan nyaman saat melakukan aktivitas memberi pelayanan kesehatan kepada masyarakat. Maka untuk itu, kata Saeful, memohon kepada pemerintah agar apa yang dibutuhkan dalam penataan gedung Puskesmas Cileles, agar dapat direalisasikan.

“Saat ini kami, sangat membutuhan kegiatan pemagaran di sekililing gedung Puskesmas Cileles, agar gedung dapat tertata dengan baik, aman, nyaman dan indah dipandang. Sehingga pelayanan kesehatan kepada masyarakat bisa lebih optimal lagi,” katanya.

RA. Sudrajat

Meningkatkan Pendapatan Petani UPT Pertanian Cikulur Kembangkan Budidaya Singkong

- Pada tahun ini di Kecamatan Cikulur, Kabupaten Lebak direncanakan akan mengembangkan usaha budidaya singkong dengan target luas lahan tanam 145 hektare. Hal itu dikatakan Kepala Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPT) Dinas Pertanian Kecamatan Cikulur, Baum Sobandi.

Dikatakan Baum, budidaya singkong tersebut akan dilakukan di 10 desa yang ada di Kecamatan Cikulur, diantaranya, Desa Muncangkopong (15 hektare), Tamanjaya (20 hektare), Curgpanjang (20 hektare), Anggalan (15 hektare), Muaradua (20 hektare), Cigoong Utara (10 hektare), cigoong Selatan (15 hektar), Cikulur (15 hektare), Sukadaya (15 hektare) dan Desa Pasir Gintung (10 hektare).

“Direncanakan tahun ini di Kecamatan Cikulur akan dikembangkan budidaya singkong dengan luas lahan 145 hektare yang tersebar di 10 desa di Kecamatan Cikulur. Saat ini, kami sedang melakukan pemetaan dan pendataan,” kata Baum pada penulis.

Tujuan kegiatan budidaya singkong tersebut, lanjut Baum, upaya pemberdayaan masyarakat petani, dalam rangka meningkatkan pendapatan petani, yang tadinya singkong itu memiliki nilai jual sangat rendah bahkan tidak laku. Maka, dengan kegiataan ini, diharapkan singkong tersebut memiliki arti serta nilai jual yang pada akhirnya dapat meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan petani melalui program system mukibat (kawinan –red).

Analisa Usaha Budidaya Singkong

Dijelaskan Baum, dilihat dari analisa usaha budidaya singkong. Dari hasil produksi petani dengan cara tradisional, biasanya jarak tanam 1 meter X 1 meter, jumlah populasi 10 ribu batang per hektare, menghasilkan 2 kg per batang sehingga hasil produksi seluruhnya 20 ton per hektare. Kemudian dijual dengan harga Rp. 350,- per kilogram. Dihitung, Rp. 350 X 20 ton = Rp. 7.000.000.-. Biaya produksi dengan cara petani tradisional Rp. 3.500.000,- per hektare.

Sedangkan, lanjut Baum lagi, kalau dilakukan dengan cara system Mukibat atau inovasi teknologi pertanian, biaya operasional produksi Rp. 15 juta per hektare, hasil produksi dengan jarak tanam 1,5 meter X 1,5 meter dengan jumlah populasi 4360 batang per hektare, menghasilkan 30 Kg per batang, sehingga hasil seluruhnya 120 ton per hektare. Dihitung Rp. 350,- X 120 ton = Rp. 42 juta. Dari hasi itu, kata Baum, petani mempunyai pendapatan selama 10 bulan, Rp. 42 juta (hasil produksi) dikurangi Rp. 15 juta (biaya produksi) = Rp. 27 juta, jadi pendapatan per bulan petani Rp. 2,7 juta.

Untuk itu, imbuh Baum, dengan telah berdirinya pabrik Bio Etanol di Kecamatan Cikulur, diharapkan para petani di Cikulur tidak menjadi penonton. Petani di Cikulur harus menjadi pemasok kebutuhan pabrik Bio Etanol, sehingga dengan sendirinya dapat meningkatkan tarap hidup ekonomi petani dan tingkat kesejahteraan petani di Kecamatan Cikulur.

“Saya berharap para petani di Cikulur menjadi penikmat keberadaan Pabrik Bio Etanol dengan memasok kebutuhan pabrik tersebut. Amat disayangkan apabila pemasok kebutuhan pabrik dipenuhi oleh petani luar Kecamatan Cikulur,” kata Baum.

Sementara itu, Ketua Gabungan kelompok tani (Gapoktan) Desa Cigoong Selatan, Oni Madroni saat ditemui penulis dikediamannya, menyambut gembira dengan adanya program yang terfokus pada sektor pertanian. Menurutnya, program kegiatan budidaya singkong memiliki prospek yang baik serta dapat meningkatkan pendapatan ekonomi para petani, sehingga tidak menutup kemungkinan petani akan beralih usaha budidaya singkong.

“Pada intinya, kami menyambut gembira terhadap program yang terfokus pada sektor pertanian. Kami menilai, pengembangan usaha budidaya singkong memiliki prospek yang baik bagi petani dalam upaya peningkatan pendapatan ekonomi dan kesejahteraan petani. untuk itu, kami akan mendukung dan mengikuti melaksanakan program tersebut,” kata Oni.

RA. Sudrajat

Pemkab Lebak Tingkatkan Sarana dan Prasarana Penyuluh Petanian

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lebak melalui Dinas Petanian Kabupaten Lebak, pada tahun anggaran 2009 terus eksis berupaya meningkatkan sarana dan prasarana penyuluh pertanian. Salah satunya melaksanakan kegiatan pemagaran disejumlah kantor Badan Penyuluh Pertanian (BPP) atau Unit Pelaksana Teknis (UPT) Dinas Petanian yang tersebar di Kabupaten Lebak. Hal itu dikatakan Kepala Bidang (Kabid) Program Dinas Pertanian Kabupaten Lebak, Yoyo Suherman saat dikonfirmasi penulis di ruang kerjanya.

Dijelaskan Yoyo, kegiatan pemagaran kantor BPP/UPT Pertanian dibiayai DAK APBD Kabupaten Lebak, dilaksanakan di tujuh kecamatan diantaranya, kantor UPT Pertanian Kecamatan Cikulur, Cileles, Cimarga, Muncang, Sajira, Banjarsari dan kantor UPT Pertanian Malingping.

“Kegiatan pemagaran tersebut didanai dari DAK, dilaksanakan di tujuh kantor BPP/UPT Pertanian yang ada di Kabupaten Lebak,” katanya.

Tujuan dari pemagaran tersebut, jelas Yoyo lagi, adalah selain upaya untuk pengamanan kantor BPP/UPT pertanian dari gangguan para hewan juga kantor tertata dengan baik, terlihat indah serta kondisi kantor tersebut dapat dijadikan contoh oleh kantor lainnya. Diharapkan, para pegawai di kantor tersebut dapat merasa nyaman dan aman serta dapat menjadi motivasi bagi para pegawai untuk lebih meningkatkan kinerjanya.

“Insya Allah, kalau kondisi kantor aman, nyaman, tertata dengan baik dan indah dipandang, kami yakin pegawai pada kantor tersebut akan termotivasi lagi untuk meningkatkan kinerjanya,” kata Yoyo.

Dalam pelaksanaan kegiatan pemagaran tersebut, lanjut Yoyo, dikerjakan oleh pihak ketiga (rekanan –red) dengan mekanisme lelang, penunjukan langsung.

Terpisah, Kepala UPT Dinas Pertanian Kecamatan Cikulur, Baum Sobandi membenarkan, bahwa kantor yang dipimpinnya sedang ada kegiatan pemagaran yang dikerjakan oleh rekanan atau pihak ketiga.

“Alhamdulillah dan dapat bapak lihat sendiri, kantor kami sedang ada kegiatan pemagaran yang dikerjakan oleh pemborong (rekanan –red). Sesuai RAB, panjang pagar 41 meter dan tinggi 1,20 meter. Yang tentunya, apabila pemagaran ini selesai dikerjakan, kami akan lebih merasa aman dari gangguan hewan dan nyaman dalam mejalankan tugas memberi pelayanan terhadap masyarakat petani,” ucap Baum pada penulis

Ajat