Di Kabupaten Lebak kini telah terbentuk Lembaga Konsultasi Kesejahteraan Keluarga (LK3) dengan tanggal pendiriannya pada 18 April 2009 dengan Nomor Surat Keputusan (SK) : 467/Kep. LK3/26-DTKS/IV/2009.
LK3 merupakan suatu lembaga atau organisasi yang memberikan pelayanan konseling, konsultasi, pemberian informasi, penjangkauan, perlindungan dan pendampingan bagi keluarga secara professional, termasuk merujuk sasaran ke lembaga pelayanan lain yang mampu memecahkan masalahnya. Hal itu dikatakan ketua LK3 Kabupaten Lebak, Pepen Sucharudin pada MN diruang kerjanya (9/7).
Dijelaskan Pepen, tujuan dari LK3 yakni, Memberikan pelayanan sosial keluarga bagi masyarakat, karyawan dan dinas instansi/organisasi, Meningkatkan kemampuan keluarga untuk memecahkan masalah dan melaksanakan fungsi sosialnya secara memadai, Memberikan informasi tentang berbagai hal yang berkaitan dengan upaya-upaya pemecahan masalah keluarga dan menumbuhkan kepedulian keluarga, kelompok, masyarakat dan organisasi terhadap permasalah keluarga dan cara mengatasinya sehingga dapat berperan secara aktif.
Masih kata Pepen, sasaran LK3 itu sendiri adalah individu, kelompok, instansi dan organisasi yang membutuhkan informasi untuk mengatasi masalah keluarga, Keluarga yang membutuhkan pelayanan advokasi social, Keluarga yang mengalami masalah psikososial dan masyarakat, karyawan, pekerja pada instansi atau organisasi.
Dalam hal ini, jelas Pepen lagi, penanggung jawab dan pengelola LK3 tersebut berada pada instansi sosial yang ada di kabupaten/kota dan atau pelaksana teknis program pemberdayaan keluarga di kabupaten/kota tersebut. Penanggung jawab operasional adalah pimpinan lembaga yang diberikan kewenangan untukm melaksanakan program LK3 berdasarkan surat keputusan kepala instansi sosial provinsi dan mendapat rekomendasi dari kepala instansi sosial kabuapten/kota.
Pengelola LK3 diharapkan, menyesuaikan situasi dan kondiasi serta potensi sumber daya manusia yang ada di kabupaten/kota. Jika memungkinkan memanfaatkan tenaga yang tersedia dan relevan dengan pelaksanaan LK3 yang hendaknya memanfaatkan berbagai disiplin ilmu atau profesi.
LK3 itu sendiri, lanjut Pepen, memiliki jaringan kerja seperti, Lembaga Ada/Kekerabatan, Lembaga bantuan hukum, Lembaga pelayanan kesejahteraan sosial, Lembaga pelayanan kesehatan, Orsos/LSM (nasional/internasional), Dunia usaha, Lembaga pendidikan, Media massa serta lembaga terkait lainnya.
“Akan selalu siap membantu terhadap orang-orang yang membutuhkan bantuan kami, dengan sebaik-baiknya, sesuai dengan kewenangan yang ada dan aturan yang berlaku,” kata Pepen.
RA. Sudrajat
Blog ini memiliki maksud untuk membuka informasi seputar situasi dan kondisi Kabupaten Lebak, Banten... Selamat membaca, menilai dan menyimpulkannya... Hatur nuhun...
Kamis, 09 Juli 2009
Selasa, 07 Juli 2009
Dinas Peternakan Lebak Kembangkan Produksi Ternak Kecil
Dinas Peternakan Kabupaten Lebak pada tahun 2009 mengembangkan usaha ternak kecil (domda –red) yang anggarannya dibiayai dari APBD DAK Lebak tahun 2009. Hal itu dikatakan Kepala bidang (Kabid) Produksi Dinas Peternakan Kabupaten Lebak, Supadma.
Dikatakan Supadma, tahun ini pengembangan Produksi ternak kecil dialokasikan ke 12 kelompok yang tersebar di enam kecamatan di Kabupaten lebak diantaranya, Kecamatan Bayah, Banjarsari, Cikulur, Cileles, Cimarga dan Kecamatan Sajira.
Tujuan dari pengembangan Produksi ternak kecil tersebut, jelas Supadma yakni, untuk membantu peningkatan populasi dalam program ketahanan pangan, dalam hal ini, untuk kecukupan kebutuhan daging dan peningkatan tingkat ekonomi masyarakat dengan memanfaatkan potensi lokal yang berbasis di pedesaan.
Diharapkan, lanjut Supadma, para peternak penerima bantuan agar bisa mengembangkan dari jumlah yang diterima menjadi populasi yang layak untuk dijadikan skala usaha ekonomi keluarga. Selain untuk peningkatan perekonomian masyarakat ternak, juga untuk memperbaiki mutu genetik atau keturunan dari domba-domba yang ada di Kabupaten Lebak. Disamping itu pula bagi para penerima bantuan tersebut, agar dapat mematuhi terhadap ketentuan-ketentuan yang telah disepakati, baik dari sisi administrasi maupun teknis.
“Tahun 2009, kami lakukan pengembangan produksi ternak kecil terhadap 12 kelompok yang tersebar di enam kecamatan. Diharapkan pada kegiatan ini dapat meningkatkan tarap hidup dan ekonomi masyarakat peternak,” kata Supadma pada MN diruang kerjanya (6/7).
Terpisah, ketua kelompok Tani Sri Asih Desa Sumurbandung Kecamatan Cikulur, Enjen HS saat dikomfirmasi mengatakan, pihaknya mengucapkan terimakasih atas bantuan pengembangan produksi ternak kecil kepada kelompoknya.
Kelompok Tani Sri Asih, lanjut Enjen, menerima bantuan sebanyak 15 ekor domba yang kondisinya sehat dan layak. Maka untuk itu, pihaknya akan berusaha dan berupaya memelihara dan merawat dengan baik agar terjadi peningkatan pupulasinya. Sehingga pada nantinya, akan dapat pula meningkatkan pendapatan ekonomi dan kesejahteraan para anggota dalam kelompoknya.
Namun, kata Enjen, pihaknya berharap kepada pemerintah melalui dinas terkait agar terus melakukan pembinaan dan memberikan fasilitasi-fasilitas penunjang lainnya, agar apa yang sedang dilakukan dapat berjalan berkesinambungan dan sesuai dengan yang diharapkan bersama.
“Alhamdulillah atas bantuan yang telah diberikan kepada kami. Namun, kami berharap agar dinas terkait agar tetap melakukan pembinaan secara intens. Dikhawatirkan di kemudian hari terjadi hal yang tidak diinginkan, seperti, domba sakit,” kata Enjen pada MN dikediamannya (7/7).
Hal yang sama dikatakan Kepala Desa Sumurbandung, Amin Hidayat, dikatakannya, bantuan domba ini telah lama di nanti-nanti oleh warga desanya. Pasalnya, kondisi alam Desa Sumurbandung sangat cocok akan pengembangan usaha produksi ternak kecil (domba –red).
Semoga, lanjut Amin, dengan diberikan bantuan domba kewilayahnya, dapat berkembang dengan baik sehingga terjadi peningkatan pendapatan ekonomi warga mencapai tingkat kesejahteraan yang layak.
RA. Sudrajat
Dikatakan Supadma, tahun ini pengembangan Produksi ternak kecil dialokasikan ke 12 kelompok yang tersebar di enam kecamatan di Kabupaten lebak diantaranya, Kecamatan Bayah, Banjarsari, Cikulur, Cileles, Cimarga dan Kecamatan Sajira.
Tujuan dari pengembangan Produksi ternak kecil tersebut, jelas Supadma yakni, untuk membantu peningkatan populasi dalam program ketahanan pangan, dalam hal ini, untuk kecukupan kebutuhan daging dan peningkatan tingkat ekonomi masyarakat dengan memanfaatkan potensi lokal yang berbasis di pedesaan.
Diharapkan, lanjut Supadma, para peternak penerima bantuan agar bisa mengembangkan dari jumlah yang diterima menjadi populasi yang layak untuk dijadikan skala usaha ekonomi keluarga. Selain untuk peningkatan perekonomian masyarakat ternak, juga untuk memperbaiki mutu genetik atau keturunan dari domba-domba yang ada di Kabupaten Lebak. Disamping itu pula bagi para penerima bantuan tersebut, agar dapat mematuhi terhadap ketentuan-ketentuan yang telah disepakati, baik dari sisi administrasi maupun teknis.
“Tahun 2009, kami lakukan pengembangan produksi ternak kecil terhadap 12 kelompok yang tersebar di enam kecamatan. Diharapkan pada kegiatan ini dapat meningkatkan tarap hidup dan ekonomi masyarakat peternak,” kata Supadma pada MN diruang kerjanya (6/7).
Terpisah, ketua kelompok Tani Sri Asih Desa Sumurbandung Kecamatan Cikulur, Enjen HS saat dikomfirmasi mengatakan, pihaknya mengucapkan terimakasih atas bantuan pengembangan produksi ternak kecil kepada kelompoknya.
Kelompok Tani Sri Asih, lanjut Enjen, menerima bantuan sebanyak 15 ekor domba yang kondisinya sehat dan layak. Maka untuk itu, pihaknya akan berusaha dan berupaya memelihara dan merawat dengan baik agar terjadi peningkatan pupulasinya. Sehingga pada nantinya, akan dapat pula meningkatkan pendapatan ekonomi dan kesejahteraan para anggota dalam kelompoknya.
Namun, kata Enjen, pihaknya berharap kepada pemerintah melalui dinas terkait agar terus melakukan pembinaan dan memberikan fasilitasi-fasilitas penunjang lainnya, agar apa yang sedang dilakukan dapat berjalan berkesinambungan dan sesuai dengan yang diharapkan bersama.
“Alhamdulillah atas bantuan yang telah diberikan kepada kami. Namun, kami berharap agar dinas terkait agar tetap melakukan pembinaan secara intens. Dikhawatirkan di kemudian hari terjadi hal yang tidak diinginkan, seperti, domba sakit,” kata Enjen pada MN dikediamannya (7/7).
Hal yang sama dikatakan Kepala Desa Sumurbandung, Amin Hidayat, dikatakannya, bantuan domba ini telah lama di nanti-nanti oleh warga desanya. Pasalnya, kondisi alam Desa Sumurbandung sangat cocok akan pengembangan usaha produksi ternak kecil (domba –red).
Semoga, lanjut Amin, dengan diberikan bantuan domba kewilayahnya, dapat berkembang dengan baik sehingga terjadi peningkatan pendapatan ekonomi warga mencapai tingkat kesejahteraan yang layak.
RA. Sudrajat
Jumat, 03 Juli 2009
DKP Lebak Gelar Temu Usaha Budidaya Ikan Air Tawar se Kabupaten Lebak
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lebak melalui Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Lebak menggelar acara Temu Usaha Budidaya Ikan Air Tawar se Kabupaten Lebak. Acara tersebut dibuka Bupati Lebak, H. Mulyadi Jayabaya bertempat di Balai Benih Ikan (BBI) Kalanganyar Kecamatan Kalanganyar Kabupaten Lebak (3/7). Acara yang mengambil tema, Mari kita kembangkan usaha budidaya perikanan sebagai penggerak ekonomi kerakyatan berbasis perdesaan, dihadiri pula oleh seluruh Unsur Muspida Kabupaten Lebak, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Banten, Kepala Dinas, Badan dan Kantor se Kabuapten Lebak, pihak perbankkan yang ada di Kabupaten Lebak serta Kelompok pembudidaya ikan air tawar se Kabupaten Lebak.
Dalam sambutannya H. Mulyadi Jayabaya yang akrab di panggil JB ini mengatakan,potensi budidaya ikan air tawar di Kabupaten Lebak sangat baik dan menjanjikan. Hal itu, lanjut JB, faktor kondisi alam di Kabuapten Lebak sangat mendukung untuk melakukan usaha pembudidayaan ikan air tawar. Perlu diketahui, lanjut JB, 7 ton per hari konsumsi ikan air tawar di Kabupaten Lebak, sementara ini, untuk memenuhi kebutuhan mengkonsumsi selalu di suplai dari Sukabumi dan Cianjur.
“Salah satu kunci keberhasilan budidaya ikan adalah benih ikan yang bagus, baik mutunya maupun ketersediaannya. Jika kita hanya mengandalkan benih dari alam saja maka kendala paling utamanya yaitu ketersediaan benih tersebut pada waktu tertentu saja. Oleh karena itu, pemerintahan memberikan solusi dengan membangun BBI di beberapa daerah yang memiliki potensi perikanan budidaya yang bagus,” kata JB.
Dijelaskan JB, kabupaten Lebak memiliki 3 BBI diantaranya, BBI Cikoncang Kecamatan Wanasalam, BBI Kalanganyar Kecamatan Kalanganyar dan BBI Cipanas Kecamatan Cipanas. Benih ikan yang tersedia di BBI tersebut yakni, benih ikan Mas, ikan Lele, ikan Nila, ikan Tawes, ikan Nilem, ikan Tambakan, ikan Gurame, ikan Patin dan Belut.
Masih kata JB, Kabupaten Lebak memiliki wilayah sentra produksi atau kawasan potensi unggulan yakni, untuk ikan Emas terdapat di Kecamatan Cipanas, Cibeber dan Kecamatan Banjarsari. Ikan Lele terdapat di Kecamatan Rangkasbitung dan Warunggunung. Ikan Nila di Kecamatan Muncang dan Wanasalam sedangkan ikan Guramne terdapat di Kecamatan Cileles.
“Diharapkan dengan digelarnya acara ini, nantinya dapat mengembangkan dan meningkatan usaha budidaya ikan air tawar, sehingga mampu pula meningkatkan tingkat ekonomi dan kesejahteraan masyarakat Lebak serta dapat memenuhi konsumsi ikan di Kabuapten Lebak,” kata JB
Sementara itu, Kepala Dinas Kelautan dan perikanan Provinsi Banten, H. Suyitno saat dikonfirmasi MN di sela-sela acara mengatakan, acara ini sangat baik diadakan, selain para pembudidaya ikan yang hadir, juga dari pihak perbankkan, pelaku usaha dan pengusaha. Diharapkan setelah ini, dapat terpenuhinya kebutuhan ikan di Provinsi Banten.
Banten, lanjut Suyitno, sangat potensial, baik dari sumber daya alam dan dari kebutuhan pasar. Maka untuk itu, usaha budidaya ikan sangat menjanjikan, miliki prosfek usaha yang cerah.
“Kebutuhan sarana, proses produksi dan pemasaran di bangun dalam suatu system yang baik dan benar, maka semua kebutuhan di Banten akan terpenuhi. Tercatat saat ini sebanyak 5114 pembudidaya ikan, baik tawar, laut dan payau yang berada di Provinsi Banten,” kata Suyitno.
RA. Sudrajat
Dalam sambutannya H. Mulyadi Jayabaya yang akrab di panggil JB ini mengatakan,potensi budidaya ikan air tawar di Kabupaten Lebak sangat baik dan menjanjikan. Hal itu, lanjut JB, faktor kondisi alam di Kabuapten Lebak sangat mendukung untuk melakukan usaha pembudidayaan ikan air tawar. Perlu diketahui, lanjut JB, 7 ton per hari konsumsi ikan air tawar di Kabupaten Lebak, sementara ini, untuk memenuhi kebutuhan mengkonsumsi selalu di suplai dari Sukabumi dan Cianjur.
“Salah satu kunci keberhasilan budidaya ikan adalah benih ikan yang bagus, baik mutunya maupun ketersediaannya. Jika kita hanya mengandalkan benih dari alam saja maka kendala paling utamanya yaitu ketersediaan benih tersebut pada waktu tertentu saja. Oleh karena itu, pemerintahan memberikan solusi dengan membangun BBI di beberapa daerah yang memiliki potensi perikanan budidaya yang bagus,” kata JB.
Dijelaskan JB, kabupaten Lebak memiliki 3 BBI diantaranya, BBI Cikoncang Kecamatan Wanasalam, BBI Kalanganyar Kecamatan Kalanganyar dan BBI Cipanas Kecamatan Cipanas. Benih ikan yang tersedia di BBI tersebut yakni, benih ikan Mas, ikan Lele, ikan Nila, ikan Tawes, ikan Nilem, ikan Tambakan, ikan Gurame, ikan Patin dan Belut.
Masih kata JB, Kabupaten Lebak memiliki wilayah sentra produksi atau kawasan potensi unggulan yakni, untuk ikan Emas terdapat di Kecamatan Cipanas, Cibeber dan Kecamatan Banjarsari. Ikan Lele terdapat di Kecamatan Rangkasbitung dan Warunggunung. Ikan Nila di Kecamatan Muncang dan Wanasalam sedangkan ikan Guramne terdapat di Kecamatan Cileles.
“Diharapkan dengan digelarnya acara ini, nantinya dapat mengembangkan dan meningkatan usaha budidaya ikan air tawar, sehingga mampu pula meningkatkan tingkat ekonomi dan kesejahteraan masyarakat Lebak serta dapat memenuhi konsumsi ikan di Kabuapten Lebak,” kata JB
Sementara itu, Kepala Dinas Kelautan dan perikanan Provinsi Banten, H. Suyitno saat dikonfirmasi MN di sela-sela acara mengatakan, acara ini sangat baik diadakan, selain para pembudidaya ikan yang hadir, juga dari pihak perbankkan, pelaku usaha dan pengusaha. Diharapkan setelah ini, dapat terpenuhinya kebutuhan ikan di Provinsi Banten.
Banten, lanjut Suyitno, sangat potensial, baik dari sumber daya alam dan dari kebutuhan pasar. Maka untuk itu, usaha budidaya ikan sangat menjanjikan, miliki prosfek usaha yang cerah.
“Kebutuhan sarana, proses produksi dan pemasaran di bangun dalam suatu system yang baik dan benar, maka semua kebutuhan di Banten akan terpenuhi. Tercatat saat ini sebanyak 5114 pembudidaya ikan, baik tawar, laut dan payau yang berada di Provinsi Banten,” kata Suyitno.
RA. Sudrajat
Kamis, 02 Juli 2009
Depag Lebak miliki 613 PAH
Suatu bentuk apresiasi atau kepedulian pemerintah terhadap para guru ngaji non PNS akan jasanya dalam mencerdaskan umat, maka pemerintah melalui Departemen Agama membentuk Penyuluh Agama Honorer (PAH). Hal itu dikatakan Kasi Pendidikan Agama Islam pada Masyarakat dan Perberdayaan Masjid (Penamas) Departemen Agama (Depag) Kabupaten Lebak, Sukri.
Dijelaskan Sukri, sebenarnya PAH sudah ada sejak dulu, namun namanya Guru Agama Honorer (GAH), karena perkembangan jaman yang semakin maju dan kompleks, maka nama GAH diganti dengan PAH.
“Pada awalnya namanya GAH, sekarang berganti PAH,” tegas Sukri pada MN diruang kerjanya (2/7).
Keterkaitan dan peran Penamas terhadap PAH, lanjut Sukri, dari tugas pokok dan fungsi (Tupoksi) Penamas sebagai Pengembangan pendidikan Alquran dan MTQ, Penyuluh dan Lembaga dakwah, Publikasi dakwah, Siaran dan Tamadun serta Pemberdayaan masjid.
Saat ini, kata Sukri, tercatat sebanyak 613 PAH yang tersebar di wilayah Kabupaten Lebak. Diharapkan PAH mampu untuk mengarahkan masyarakat dan memotivasi masyarakat terhadap program-program pemerintah diantaranya, memotivasi masyarakat untuk datang ke majelis taklim atau mengajak masyarakat untuk hidup sehat dan atau menjaga keamanan lingkungan disekitarnya. PAH itu sendiri, lanjut Sukri lagi, mendapatkan honor dari pemerintah sebesar Rp.100 ribu per bulan.
“Diharapkan PAH mampu untuk dapat mengarahkan masyarakat memotivasi tehadap program pemerintah sehingga program pemerintah tersebut dapat berjalan dan sukses di tengah masyarakat,” kata Sukri.
RA.Sudrajat
Dijelaskan Sukri, sebenarnya PAH sudah ada sejak dulu, namun namanya Guru Agama Honorer (GAH), karena perkembangan jaman yang semakin maju dan kompleks, maka nama GAH diganti dengan PAH.
“Pada awalnya namanya GAH, sekarang berganti PAH,” tegas Sukri pada MN diruang kerjanya (2/7).
Keterkaitan dan peran Penamas terhadap PAH, lanjut Sukri, dari tugas pokok dan fungsi (Tupoksi) Penamas sebagai Pengembangan pendidikan Alquran dan MTQ, Penyuluh dan Lembaga dakwah, Publikasi dakwah, Siaran dan Tamadun serta Pemberdayaan masjid.
Saat ini, kata Sukri, tercatat sebanyak 613 PAH yang tersebar di wilayah Kabupaten Lebak. Diharapkan PAH mampu untuk mengarahkan masyarakat dan memotivasi masyarakat terhadap program-program pemerintah diantaranya, memotivasi masyarakat untuk datang ke majelis taklim atau mengajak masyarakat untuk hidup sehat dan atau menjaga keamanan lingkungan disekitarnya. PAH itu sendiri, lanjut Sukri lagi, mendapatkan honor dari pemerintah sebesar Rp.100 ribu per bulan.
“Diharapkan PAH mampu untuk dapat mengarahkan masyarakat memotivasi tehadap program pemerintah sehingga program pemerintah tersebut dapat berjalan dan sukses di tengah masyarakat,” kata Sukri.
RA.Sudrajat
Koperasi “ Dewi Sri “ Tingkatan Kesejahteraan Anggota
Koperasi “Dewi Sri” salah satu koperasi di Kabupaten Lebak yang bergerak pada usaha simpan pinjam dan Warung serba ada (Waserba) yang pada awal berdiri tahun 1976 dengan asset awal yang dimiliki sebesar Rp. 100 ribu, ternyata dalam perjalanan menjalani usahanya hingga sekarang dapat meningkatkan asset cukup signifikan. Terlapor asset yang dimiliki sekarang sebesar Rp. 1,3 miliyar. Hal itu dikatakan Ketua Koperasi “Dewi Sri” , Dede Supriatna saat ditemui MN diruang kerjanya.
Dijelaskan Dede, dalam permodalan Koperasi “Dewi Sri” hanya bersumber dari anggota. Saat ini tercatat memiliki 230 anggota yang semuanya dari lingkungan pertanian yakni, pertanian, peternakan dan perikanan.
Masih kata Dede, Koperasi “Dewi Sri”memiliki kelebihan yakni, pada setiap tahun tiap anggota menyimpan untuk Hari Raya (Idul Fitri –red) yang satu bulan sebelumnya dibagikan pada tiap anggota. Pada posisi itu, dana yang disimpan oleh tiap anggota dari tahun ke tahun terus mengalami peningkatan.
“ 5 tahun lalu, dana simpanan anggota untuk hari raya sebesar Rp. 50 juta, kini dana tersebut mencapai Rp. 120 juta. Dari situ jelas, tingkat kesadaran para anggota untuk menabung semakin meningkat,” kata Dede.
Strategi dalam peraihan hasil usaha, lanjut Dede, beban usaha tidak lebih dari 30% dari pendapatan, sehingga Sisa Hasil Usaha (SHU) cenderung meningkat diatas 20%. Bagi pengurus dan pengawas, lanjut Dede lagi, dalam pengalokasian haknya tidak terlalu besar. Dalam hal ini, demi pengabdian dan semata-mata demi memenuhi kesejahteraan para anggota dan kemajuan koperasi.
Terpisah, salah satu anggota Koperasi “Dewi Sri” , Baum Sobandi kepada MN mengatakan, dirinya merasa puas menjadi anggota Koperasi “Dewi Sri”, karena dari mulai pelayanan dan manajemen yang diterapkan lebih berpihak pada upaya peningkatan kesejahteraan anggota, sehingga apa yang dibutuhkan oleh anggota dapat terpenuhi dengan baik.
“Saya percaya dan puas menjadi anggota Koperasi “Dewi Sri” selain manajemen usahanya baik juga sangat dirasakan lebih focus pada upaya meningkatkan kesejahteraan para anggotanya,” kata Baum.
RA.Sudrajat
Dijelaskan Dede, dalam permodalan Koperasi “Dewi Sri” hanya bersumber dari anggota. Saat ini tercatat memiliki 230 anggota yang semuanya dari lingkungan pertanian yakni, pertanian, peternakan dan perikanan.
Masih kata Dede, Koperasi “Dewi Sri”memiliki kelebihan yakni, pada setiap tahun tiap anggota menyimpan untuk Hari Raya (Idul Fitri –red) yang satu bulan sebelumnya dibagikan pada tiap anggota. Pada posisi itu, dana yang disimpan oleh tiap anggota dari tahun ke tahun terus mengalami peningkatan.
“ 5 tahun lalu, dana simpanan anggota untuk hari raya sebesar Rp. 50 juta, kini dana tersebut mencapai Rp. 120 juta. Dari situ jelas, tingkat kesadaran para anggota untuk menabung semakin meningkat,” kata Dede.
Strategi dalam peraihan hasil usaha, lanjut Dede, beban usaha tidak lebih dari 30% dari pendapatan, sehingga Sisa Hasil Usaha (SHU) cenderung meningkat diatas 20%. Bagi pengurus dan pengawas, lanjut Dede lagi, dalam pengalokasian haknya tidak terlalu besar. Dalam hal ini, demi pengabdian dan semata-mata demi memenuhi kesejahteraan para anggota dan kemajuan koperasi.
Terpisah, salah satu anggota Koperasi “Dewi Sri” , Baum Sobandi kepada MN mengatakan, dirinya merasa puas menjadi anggota Koperasi “Dewi Sri”, karena dari mulai pelayanan dan manajemen yang diterapkan lebih berpihak pada upaya peningkatan kesejahteraan anggota, sehingga apa yang dibutuhkan oleh anggota dapat terpenuhi dengan baik.
“Saya percaya dan puas menjadi anggota Koperasi “Dewi Sri” selain manajemen usahanya baik juga sangat dirasakan lebih focus pada upaya meningkatkan kesejahteraan para anggotanya,” kata Baum.
RA.Sudrajat
Kasi Pemerintahan dan Pertanahan Kecamatan Cikulur, Aan Juanda S.IP “ Jalani Tugas Dengan Baik dan Ikhlas “
Dalam bekerja, seorang PNS harus sesuai dengan Tugas pokok dan fungsi (tupoksi), agar semua pekerjaan yang dikerjakan dapat dipertanggungjawabkan sesuai dengan aturan yang berlaku.
Tugas merupakan amanah yang harus dijalani dengan niat yang baik dan ikhlas, agar tujuan atau hasil dari apa yang selalu kita kerjakan, nantinya memiliki dampak yang baik serta bermanfaat baik bagi diri sendiri maupun bagi orang lain. Hal inilah yang selalu diterapkan Aan Juanda S.IP, Kasi Pemerintahan dan Pertanahan Kecamatan Cikulur, Kabupaten Lebak, dalam menjalankan tugasnya.
“Bekerja sesuai dengan Tupoksi, jalani tugas dengan baik dan benar diiringi hati yang ikhlas, maka Insya Allah, hasilnya akan baik dan bermanfaat,” kata Aan saat ditemui MN diruang kerjanya belum lama ini.
Masih dikatakan Aan, sebagai pelayan masyarakat (public servis), pihaknya selalu memberikan yang terbaik atau pelayanan yang prima terhadap masyarakat, hal itu bertujuan, guna menciptakan rasa puas pada masyarakat terhadap birokrasi pemerintah sehingga masyarakat pun dapat menilai positif dan percaya akan kinerja pemerintah selaku pelayan masyarakat.
“Pelayanan yang prima, cepat dan mudah itulah yang selalu diinginkan masyarakat,” kata Aan.
Selain itu, tambah pria yang memiliki motto hidup, demi kemaslahatn dunia akherat ini, dalam hal melaksanakan tugas kerja, dirinya selalu melakukannya sesuai aturan dan peraturan yang ada dan harus sejalan melakukan hubungan dengan masyarakat (social).
“Saya memiliki konsep kerja dalam tugas yakni, mentaati, menjalankan aturan dan peraturan yang berlaku, loyal terhadap pimpinan, siap menjalankan tugas dan perintah dari pimpinan serta giat melakukan hubungan dengan masyarakat,” kata Aan
RA. Sudrajat
Tugas merupakan amanah yang harus dijalani dengan niat yang baik dan ikhlas, agar tujuan atau hasil dari apa yang selalu kita kerjakan, nantinya memiliki dampak yang baik serta bermanfaat baik bagi diri sendiri maupun bagi orang lain. Hal inilah yang selalu diterapkan Aan Juanda S.IP, Kasi Pemerintahan dan Pertanahan Kecamatan Cikulur, Kabupaten Lebak, dalam menjalankan tugasnya.
“Bekerja sesuai dengan Tupoksi, jalani tugas dengan baik dan benar diiringi hati yang ikhlas, maka Insya Allah, hasilnya akan baik dan bermanfaat,” kata Aan saat ditemui MN diruang kerjanya belum lama ini.
Masih dikatakan Aan, sebagai pelayan masyarakat (public servis), pihaknya selalu memberikan yang terbaik atau pelayanan yang prima terhadap masyarakat, hal itu bertujuan, guna menciptakan rasa puas pada masyarakat terhadap birokrasi pemerintah sehingga masyarakat pun dapat menilai positif dan percaya akan kinerja pemerintah selaku pelayan masyarakat.
“Pelayanan yang prima, cepat dan mudah itulah yang selalu diinginkan masyarakat,” kata Aan.
Selain itu, tambah pria yang memiliki motto hidup, demi kemaslahatn dunia akherat ini, dalam hal melaksanakan tugas kerja, dirinya selalu melakukannya sesuai aturan dan peraturan yang ada dan harus sejalan melakukan hubungan dengan masyarakat (social).
“Saya memiliki konsep kerja dalam tugas yakni, mentaati, menjalankan aturan dan peraturan yang berlaku, loyal terhadap pimpinan, siap menjalankan tugas dan perintah dari pimpinan serta giat melakukan hubungan dengan masyarakat,” kata Aan
RA. Sudrajat
107 Gapoktan Di Lebak Ikut Pelatihan PUAP
Bertujuan merubah pengetahuan dan sikap petani dari cara tradisional ke rasional, maka sebanyak 214 pengurus Gabungan kelompok tani (Gapoktan) dari 107 Gapoktan di Kabupaten Lebak, serta sebanyak 107 penyuluh pedamping mengikuti pelatihan Pengembangan Usaha Agribisnis Pedesaan (PUAP). Hal itu, dikatakan Kapala bidang (Kabid) Pengelolahan Pemasaran hasil Usaha Pertanian (P2U) Dinas Pertanian Kabupaten Lebak, Karyo Sumantri pada MN diruang kerjanya (11/6).
Dijelaskan Karyo, pelatihan tersebut dibagi dua tahap, yakni tahap pertama, dilaksanakan tanggal 10 – 14 juni di Rangkasbitung bertempat di SMK Boarding School Muhammadiyah yang diikuti sebanyak 90 pengurus Gapoktan dan 45 penyuluh pertanian. Sedangkan tahap dua dilaksanakan di Malingping, tanggal 17 – 21 juni, diikuti sebanyak 124 pengurus Gapoktan dan 62 penyuluh pedamping.
Pada tahun 2009 ini, lanjut Karyo, Kabupaten Lebak menerima dana bantuan untuk program PUAP sebesar Rp. 10,7 miliyar yang akan diterima oleh 107 Gapoktan dengan masing-masing Gapoktan menerima dana Rp. 100 juta. Dana tersebut, untuk dipergunakan sebaik-baiknya sebagai modal usaha dalam rangka meningkatkan tingkat perekonomian para anggota kelompok tani yang tergabung dalam Gapoktan tersebut.
Karyo berharap, para Gapoktan dapat menjaga dan menjalankan amanah yang telah diberikan oleh pemerintah, dengan melaksanakan dengan keseriusan dan penuh tanggungjawab yang pada nantinya akan berdampak baik terhadap pengembangan usaha Gapoktan tersebut, sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan dan ekonomi para anggotanya.
“Saya berharap, para Gapoktan dapat menjalankan amanah yang telah diberikan pemerintah dengan baik dan digunakan sebagai modal usaha Gapoktan guna meningkatkan pendapatan ekonomi tercapainya kesejahteraan anggota Gapoktan,” katanya.
Terpisah, Ketua Gapoktan Sinar Sri Desa Cigoong Selatan, Madroni mengatakan, pihaknya akan berupaya merealisasikan bantuan anggaran dengan baik dan benar, sesuai dengan apa yang telah diagendakan. Pasalnya, dana tersebut merupakan amanah atau sebuah kepercayaan pemerintah kepada Gapoktan Sinar Sri untuk dipergunakan sebagai modal usaha Gapoktan. Untuk itu, lanjutnya, pihaknya akan menjaga dan menjalankan amanah itu sebaik-baiknya.
“ Kepercayaan itu datang kepada kami, maka kami akan menjaga dan menjalankannya dengan baik dan benar sesuai dengan dengan aturan yang berlaku,” kata Madroni saat ditemui MN belum lama ini disela-sela acara pelatihan.
RA.Sudrajat
Dijelaskan Karyo, pelatihan tersebut dibagi dua tahap, yakni tahap pertama, dilaksanakan tanggal 10 – 14 juni di Rangkasbitung bertempat di SMK Boarding School Muhammadiyah yang diikuti sebanyak 90 pengurus Gapoktan dan 45 penyuluh pertanian. Sedangkan tahap dua dilaksanakan di Malingping, tanggal 17 – 21 juni, diikuti sebanyak 124 pengurus Gapoktan dan 62 penyuluh pedamping.
Pada tahun 2009 ini, lanjut Karyo, Kabupaten Lebak menerima dana bantuan untuk program PUAP sebesar Rp. 10,7 miliyar yang akan diterima oleh 107 Gapoktan dengan masing-masing Gapoktan menerima dana Rp. 100 juta. Dana tersebut, untuk dipergunakan sebaik-baiknya sebagai modal usaha dalam rangka meningkatkan tingkat perekonomian para anggota kelompok tani yang tergabung dalam Gapoktan tersebut.
Karyo berharap, para Gapoktan dapat menjaga dan menjalankan amanah yang telah diberikan oleh pemerintah, dengan melaksanakan dengan keseriusan dan penuh tanggungjawab yang pada nantinya akan berdampak baik terhadap pengembangan usaha Gapoktan tersebut, sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan dan ekonomi para anggotanya.
“Saya berharap, para Gapoktan dapat menjalankan amanah yang telah diberikan pemerintah dengan baik dan digunakan sebagai modal usaha Gapoktan guna meningkatkan pendapatan ekonomi tercapainya kesejahteraan anggota Gapoktan,” katanya.
Terpisah, Ketua Gapoktan Sinar Sri Desa Cigoong Selatan, Madroni mengatakan, pihaknya akan berupaya merealisasikan bantuan anggaran dengan baik dan benar, sesuai dengan apa yang telah diagendakan. Pasalnya, dana tersebut merupakan amanah atau sebuah kepercayaan pemerintah kepada Gapoktan Sinar Sri untuk dipergunakan sebagai modal usaha Gapoktan. Untuk itu, lanjutnya, pihaknya akan menjaga dan menjalankan amanah itu sebaik-baiknya.
“ Kepercayaan itu datang kepada kami, maka kami akan menjaga dan menjalankannya dengan baik dan benar sesuai dengan dengan aturan yang berlaku,” kata Madroni saat ditemui MN belum lama ini disela-sela acara pelatihan.
RA.Sudrajat
Langganan:
Postingan (Atom)