Untuk tahun 2010, Kabupaten Lebak menerima alokasi beras miskin (raskin –red) sebanyak 23.587.824 kilogram (Kg) yang akan disalurkan lagi kepada rumah tangga sasaran penerima manfaat (RTSPM) yang berada di Kabupaten Lebak sebanyak 151.204 RTSPM. Hal itu dikatakan Dani, Kasubag Sarana dan Pembinaan Perekonomian Rakyat, Setda Lebak.
Dijelaskan Dani, setiap RTSPM dalam menerima raskin kali ini hanya seberat 13 kg tidak lagi sebanyak 15 Kg, hal ini sudah diatur dari pusat. Namun informasi yang berkembang, setelah dana APBN Perubahan disahkan maka setiap RTSPM akan mendapatkan jatah raskin seperti tahun sebelumnya seberat 15 kg.
Dalam penyaluran raskin, lanjut Dani, masyarakat dapat memantau dan menilai terhadap parameter atau indicator kinerja raskin, diantaranya ada 6 point yakni, tepat waktu, tepat sasaran, tepat administrasi, tepat jumlah, tepat kualitas dan tepat harga. Apabila ke-6 point tersebut tidak terpenuhi maka, masyarakat dapat mengklaim ke pihak-pihak terkait atau ke Bulog.
Masih kata Dani, terjadi penurunan alokasi raskin yakni pada tahun tahun 2009 lalu Kabupaten Lebak mendapat alokasi sebanyak 27 juta kilogram lebih sedangkan pada 2010 sebanyak 23.587.824 Kg. Penurunan tersebut terjadi karena jumlah masyarakat miskin di Kabupaten Lebak mengalami penurunan.
“Salah satu bukti bahwa Kabupaten Lebak telah berhasil menurunkan jumlah angka kemiskinan yaitu dengan berkurangan atau menurunnya jumlah alokasi raskin yakni pada tahun 2009 lalu, Kabupaten Lebak menerima alokasi raskin sebanyak 27 juta kilogram lebih sedangkan pada tahun 2010 ini menurun menjadi 23.587.824 Kg,” kata Dani saat ditemui MN diruang kerjanya belum lama ini.
Terpisah, Kasi Kesos Kecamatan Cikulur, Rakhmat Danu saat dikonfirmasi MN belum lama ini mengatakan, untuk tahun 2010 alokasi raskin di Kecamatan Cikulur sebanyak 89,024 ton tiap bulannya dengan jumlah RTSPM sebanyak 6.848 yang tersebar di 13 desa yang ada di wilayah Kecamatan Cikulur.
Danu berharap kepada para kepala desa untuk serius dan bertanggung jawab dalam menyerap dan menyalurkan raskin kepada masyarakatnya, agar apa yang telah diprogramkan oleh pemerintah dalam rangka membantu masyarakat miskin dapat berjalan dan suskes.
“Kami berharapa para kepala desa peduli, serius dan bertanggung jawab dalam menyerap dan menyalurkan raskin. Mari kita dukung dan sukseskan program pemerintah dalam upaya membantu masyarakat miskin,” kata Danu.
RA. Sudrajat
Blog ini memiliki maksud untuk membuka informasi seputar situasi dan kondisi Kabupaten Lebak, Banten... Selamat membaca, menilai dan menyimpulkannya... Hatur nuhun...
Rabu, 10 Februari 2010
Kondisi Jalan Poros Desa Rusak dan Belum Berhotmik Warga Desa Curugpanjang Minta Segera Dibangun
Sejumlah warga Desa Curugpanjang Kecamatan Cikulur Kabupaten Lebak sudah lama menanti-nanti dan bertanya-tanya kapan jalan desa yang melalui ke kampungnya akan dibangun berlapis hotmik seperti jalan –jalan desa lainnya. Hal itu seperti dikatakan sekretaris Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Curugpanjang, Ahmad Heri, S.Hi yang akrab dipanggil Ustad Heri.
Menurut Ust. Heri, jalan Curungseeng – Pasirwaru yakni jalan poros desa yang menghubungkan Desa Curugpanjang dan Desa Sukaharja Kecamatan Cikulur, kondisi fisik jalannya rusak dan berlubang.
Masih katanya, pada jalan tersebut masih sangat didominasi tanah merah dan apabila musim hujan, maka jalan tersebut sangat sulit dilalui oleh kendaraan baik roda dua maupun roda empat. Hal itu, menjadikan beban yang sangat mengganggu dan menghambat aktivitas warga desa. Padahal, lanjutnya, pada jalur jalan tersebut terdapat lembaga pendidikan Madrasah Ibtidayah (MI) dan Madrasah Tsanawiyah (MTs) Qothrotul Ullum yang memilik siswa yang cukup banyak. Dampak dari rusaknya jalan yang diguyur hujan yakni, menghambat para siswa untuk disiplin datang ke sekolah dan beraktivitas di sekolah.
“Guna tidak mengganggu dan menghambat aktivitas warga desa, kami berharap kepada pemerintah untuk segera membangun jalan tersebut. Karena apabila hal itu tidak dipenuhi maka beban hidup warga desa akan bertambah,” kata Ust Heri pada MN dikediamannya belum lama ini.
Sementara itu, Kepala Desa Curug panjang, Oji Fakhroji saat ditemui MN
Dikantornya (28/1) membenarkan adanya keluhan warga desa dibeberapa kampung terkait kondisi jalan desa yang ada diwilayahnya.
Dijelaskan Oji, ada beberapa kampung yang memang kondisi jalannya perlu mengalami peningkatan dan dibangun. Diantaranya, jalan Cihuni – Curugseeng (1600 meter), Curugseeng – Pasirwaru – Hasem (600 meter), Cilutung Baros – Cilutung Lor (500 meter), Situjaya (500 meter) dan jalan Cilutung Kidul (700 meter).
Jalan-jalan tersebut, lanjut Oji, merupakan jalan vital yang sering digunakan warga desa untuk berpergiaan dan beraktivitas dalam upaya meningkatakan tarap hidup ekonomi. Namun, kata Oji, upaya tersebut agak sedikit mengalami gangguan dan hambatan dikarenakan kondisi jalan yang tidak mendukung dan sangat perlu dilakukan pembangunan jalan ditingkatkan menjadi jalan yang beraspal hotmik.
“Kami berharap sekali kepada pemerintah untuk segera memenuhi kebutuhan dan keinginan warga desa Curugpanjang yakni membangun jalan dan meningkatkan jalan-jalan poros desa menjadi lebih baik dan layak dilalui dalam rangka meningkatkan aktivitas warga dan tingkat ekonomi warga desa,” kata Oji.
RA. Sudrajat
Menurut Ust. Heri, jalan Curungseeng – Pasirwaru yakni jalan poros desa yang menghubungkan Desa Curugpanjang dan Desa Sukaharja Kecamatan Cikulur, kondisi fisik jalannya rusak dan berlubang.
Masih katanya, pada jalan tersebut masih sangat didominasi tanah merah dan apabila musim hujan, maka jalan tersebut sangat sulit dilalui oleh kendaraan baik roda dua maupun roda empat. Hal itu, menjadikan beban yang sangat mengganggu dan menghambat aktivitas warga desa. Padahal, lanjutnya, pada jalur jalan tersebut terdapat lembaga pendidikan Madrasah Ibtidayah (MI) dan Madrasah Tsanawiyah (MTs) Qothrotul Ullum yang memilik siswa yang cukup banyak. Dampak dari rusaknya jalan yang diguyur hujan yakni, menghambat para siswa untuk disiplin datang ke sekolah dan beraktivitas di sekolah.
“Guna tidak mengganggu dan menghambat aktivitas warga desa, kami berharap kepada pemerintah untuk segera membangun jalan tersebut. Karena apabila hal itu tidak dipenuhi maka beban hidup warga desa akan bertambah,” kata Ust Heri pada MN dikediamannya belum lama ini.
Sementara itu, Kepala Desa Curug panjang, Oji Fakhroji saat ditemui MN
Dikantornya (28/1) membenarkan adanya keluhan warga desa dibeberapa kampung terkait kondisi jalan desa yang ada diwilayahnya.
Dijelaskan Oji, ada beberapa kampung yang memang kondisi jalannya perlu mengalami peningkatan dan dibangun. Diantaranya, jalan Cihuni – Curugseeng (1600 meter), Curugseeng – Pasirwaru – Hasem (600 meter), Cilutung Baros – Cilutung Lor (500 meter), Situjaya (500 meter) dan jalan Cilutung Kidul (700 meter).
Jalan-jalan tersebut, lanjut Oji, merupakan jalan vital yang sering digunakan warga desa untuk berpergiaan dan beraktivitas dalam upaya meningkatakan tarap hidup ekonomi. Namun, kata Oji, upaya tersebut agak sedikit mengalami gangguan dan hambatan dikarenakan kondisi jalan yang tidak mendukung dan sangat perlu dilakukan pembangunan jalan ditingkatkan menjadi jalan yang beraspal hotmik.
“Kami berharap sekali kepada pemerintah untuk segera memenuhi kebutuhan dan keinginan warga desa Curugpanjang yakni membangun jalan dan meningkatkan jalan-jalan poros desa menjadi lebih baik dan layak dilalui dalam rangka meningkatkan aktivitas warga dan tingkat ekonomi warga desa,” kata Oji.
RA. Sudrajat
SMP Negeri 1 Warunggunung Siap Hadapi UN

Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 1 Warunggunung pada tahun ini siap hadapi dan mengikuti Ujian Nasional (UN) . Hal itu ditegaskan Kepala SMPN 1 Warunggunung, Drs. Dayat.
Dijelaskan Dayat, upaya-upaya dalam menghadapi UN, pihaknya telah melakukan penambahan jam mata pelajaran atau Bimbingan belajar (Bimbel) terhadap siswa kelas IX yang dilaksanakan pada siang hari dengan materi kisi-kisi atau soal-soal yang sesuai dengan Badan Standar Nasional Pendidikan (BNSP). Mata pelajaran yang ditambahkan jamnya sebanyak 4 mata pelajaran yakni, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Matematika dan IPA. Selain itu, lanjut Dayat, pihaknya juga melakukan pembahasan terkait materi-materi yang belum dikuasi oleh siswa berdasarkan hasil uji coba (try out).
Masih katanya, jumlah siswa SMPN 1 Warunggunung yang akan mengikuti UN pada akhir bulan Maret nanti sebanyak 356 siswa. Dengan adanya bimbel dan beberapa uji coba, siswa dapat dengan baik dan benar dalam mengikuti dan mengerjakan soal-soal pada UN nanti.
“Kami berharap dengan adanya penambahan jam mata pelajaran (bimbel) dan beberapa uji coba (try out) semua siswa kami dapat dengan tenang, baik dan benar dalam mengerjakan soal-soal UN nanti, yang pada akhirnya lulus semua dengan mendapatkan nilai kelulusan yang baik,” kata Dayat.
RA. Sudrajat
Selasa, 05 Januari 2010
Tahun 2009 KUA Cikulur Catat 666 Pernikahan

Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Cikulur pada tahun 2009, terhitung dari Bulan Januari hingga Desember 2009 mencatat sebanyak 666 pernikahan. Menurut Kepala KUA Kecamatan Cikulur, Drs. Taofiq Firdaus, pernikahan tersebut didominasi antara perawan dan perjaka, adapula sebagian kecil pernikahan antara perjaka dan janda serta duda dan janda.
Masih katanya, ada penurunan jumlah angka pernikahan yang tercatat di KUA Cikulur yakni pada tahun 2008 tercatat sebanyak 723 pernikahan sedangkan pada tahun 2009 sebanyak 666 pernikahan.
“Mayoritas pernikahan yang tercatat yakni antara perawan dan perjaka. serta terjadi penurunan jumlah pernikahan yang tercatat di KUA Cikulur, pada tahun 2008 tercatat 723 sedangkan pada tahun 2009 tercatat 666 pernikahan,” kata Taofiq saat ditemui MN dikantornya (4/1).
Dijelaskan Taofiq, KUA Kecamatan Cikulur memiliki 3 orang penghulu yang bertugas menghadiri acara pernikahan. Seseorang, lanjut Taofiq, apabila ingin menikah harus memenuhi persyaratan yang telah ditentukan diantaranya, keterangan untuk nikah (N1), keterangan orang tua (N2), persetujuan mempelai (N3), keterangan asal usul (N4) dan fotocopy KTP. Pihaknya, tidak akan menerima atau mencatat pernikahan seseorang apabila tidak memenuhi persyaratan penikahan.
Agar masyarakat luas tahu dan paham, lanjut Taofiq lagi, pihaknya selalu melakukan sosialisasi UU No 1 tahun 1974 tentang pernikahan. Sosialisasi tersebut dilakukan ditempat-tempat pengajian ulama dan umaroh, kecamatan dan di majelis-majelis taklim.
Dalam hal ini, pihaknya berharap, masyarakat yang melaksanakan pernikahan agar tercatat di KUA Cikulur supaya memiliki kekuatan hukum.
“Ada manfaat yang akan didapat apabila pernikahan tersebut tercacat di KUA yakni kekuatan hukum diantaranya, status anak, masalah waris dan untuk memenuhi persyaratan - persayaratan lainnya,” kata Taofiq.
RA. Sudrajat
Senin, 30 November 2009
SMP Negeri 2 Cikulur Kurban 2 Ekor Domba

Dalam rangka merayakan Hari Idul Adha ke 1431 Hijriah, baru-baru ini SMP Negeri 2 Cikulur melaksanakan kurban sebanyak 2 ekor domba. Menurut Kepala SMP Negeri 2 Cikulur, Ahmad Sungkawa S.Pd mengatakan, dilaksanakannya kurban disekolahnya bertujuaan meningkatkan Iman dan Taqwa (Imtaq) serta puji syukur kepada Allah SWT atas karunia dan hidayah –Nya yang selama ini selalu diberikan.
“Puji Syukur kami dan dalam rangka meningkatkan Iman dan Taqwa kepada –Nya. Mudah-mudahan tahun depan, kami masih bisa melaksanakan kurban dengan hewan yang lebih besar dan banyak, Amin..,” kata Ahmad Sungkawa pada MN dikantornya (30/11).
Masih kata Ahmad Sungkawa, dilaksanakannya kurban dilingkungan sekolah diharapkan dapat memberikan dampak yang baik oleh para siswa dan guru. Sehingga dikemudian hari nanti mereka (siswa) dapat melaksanakan kurban sendiri sesuai dengan anjuran agama.
Sementara itu, Apud mahpudin, salah seorang masyarakat disekitar sekolah tersebut mengatakan, pelaksanaan kurban di SMP Negeri 2 Cikulu sangat baik dan bagus, karena dapat berbagi rasa dan membantu warga masyarakat disekitarnya. Diharapkannya, kegiatan kurban tersebut terus diadakan dari tahun ketahun pasalnya baru pertama kali SMP Negeri 2 Cikulur melaksankan kurban.
“Kami warga disekitar mengucapkan terimakasih kepada pihak SMP Negeri 2 Cikulur atas kurbannya. Semoga kegiatan kurban ini dapat terus berjalan dari tahun ketahunnya,” kata Apud.
RA. Sudrajat
Camat Cikulur Gelar Rapat Dinas Keliling Desa Tiap Bulan
Suatu langkah dan upaya yang cukup optimal dalam rangka membina dan mempererat tali silahturahmi dan komunikasi, baru-baru ini Camat Kecamatan Cikulur Kabupaten Lebak, Edi Nurhedi, menggelar rapat dinas tingkat Kecamatan Cikulur ditiap desa setiap bulannya.
“Kami akan menggelar rapat dinas di masing-masing desa yang ada diwilayah Kecamatan Cikulur. Rapat dinas itu bersifat keliling (road show -red) dari desa ke desa setiap bulannya,” kata Edi pada MN belum lama ini dikantornya.
Pada rapat dinas tersebut, lanjut Edi, unsur Muspika Kecamatan Cikulur, Kepala dinas dan Instansi yang berada di Kecamatan Cikulur, para Kepala Desa, Tokoh masyarakat setempat diharapkan hadir dan mendukung terhadap kegiatan tersebut.
Yang akan dibahas pada rapat tersebut, lanjutnya lagi, yakni terkait program-program pemerintah baik dari pusat, provinsi maupun kabupaten, seperti pembangunan, kesehatan, keamanan, pendidikan, pertanian, peternakan, perikanan dan kehutanan serta mendengarkan keinginan atau keluhan masyarakat desa tersebut.
“Kami akan membahas terkait program-program pemerintah untuk rakyat dari berbagai bidang dan ingin mengetahui apa keluhan dan keinginan warga desa tersebut. Mudah-mudahan kami bisa memfasilitasinya agar dapat terwujud,” kata Edi.
Sementara itu, Kepala Desa Curugpanjang, Kecamatan Cikulur Kabupaten Lebak, Oji Fakhroji saat dimintai komentarnya mengatakan, kegiatan rapat dinas yang digelar sebulan sekali dari desa ke desa sangatlah bagus diadakan. Pasalnya, dengan adanya kegiatan tersebut, pihak Camat beserta jajarannya akan mengetahui secara langsung akan permasalahan dan kebutuhan desa tersebut sehingga tidak akan terjadi miskomunikasi antara pihak desa dan kecamatan.
“Harapan kami selaku kepala desa pada kegiatan rapat dinas keliling desa ini, bila ada suatu permasalahan didesa kami, hendaknya permasalahan tersebut dapat diatasi dan apabila ada kebutuhan didesa kami, hendaknya kebutuhan itu dipenuhi, agar tujuan diadakannya rapat tersebut dapat bermanfaat dan ada gunanya buat kita semua” kata Oji pada MN dikediamannya belum lama ini.
RA. Sudrajat
“Kami akan menggelar rapat dinas di masing-masing desa yang ada diwilayah Kecamatan Cikulur. Rapat dinas itu bersifat keliling (road show -red) dari desa ke desa setiap bulannya,” kata Edi pada MN belum lama ini dikantornya.
Pada rapat dinas tersebut, lanjut Edi, unsur Muspika Kecamatan Cikulur, Kepala dinas dan Instansi yang berada di Kecamatan Cikulur, para Kepala Desa, Tokoh masyarakat setempat diharapkan hadir dan mendukung terhadap kegiatan tersebut.
Yang akan dibahas pada rapat tersebut, lanjutnya lagi, yakni terkait program-program pemerintah baik dari pusat, provinsi maupun kabupaten, seperti pembangunan, kesehatan, keamanan, pendidikan, pertanian, peternakan, perikanan dan kehutanan serta mendengarkan keinginan atau keluhan masyarakat desa tersebut.
“Kami akan membahas terkait program-program pemerintah untuk rakyat dari berbagai bidang dan ingin mengetahui apa keluhan dan keinginan warga desa tersebut. Mudah-mudahan kami bisa memfasilitasinya agar dapat terwujud,” kata Edi.
Sementara itu, Kepala Desa Curugpanjang, Kecamatan Cikulur Kabupaten Lebak, Oji Fakhroji saat dimintai komentarnya mengatakan, kegiatan rapat dinas yang digelar sebulan sekali dari desa ke desa sangatlah bagus diadakan. Pasalnya, dengan adanya kegiatan tersebut, pihak Camat beserta jajarannya akan mengetahui secara langsung akan permasalahan dan kebutuhan desa tersebut sehingga tidak akan terjadi miskomunikasi antara pihak desa dan kecamatan.
“Harapan kami selaku kepala desa pada kegiatan rapat dinas keliling desa ini, bila ada suatu permasalahan didesa kami, hendaknya permasalahan tersebut dapat diatasi dan apabila ada kebutuhan didesa kami, hendaknya kebutuhan itu dipenuhi, agar tujuan diadakannya rapat tersebut dapat bermanfaat dan ada gunanya buat kita semua” kata Oji pada MN dikediamannya belum lama ini.
RA. Sudrajat
Rabu, 25 November 2009
Kondisi Jalan Desa Memprihatinkan Warga Sukaharja Desak Jalan Golodog – Parage Panjang Segera Dibangun

Kondisi jalan Golodog – Parage yang menghubungkan Desa Parage dan Desa Sukaharja Kecamatan Cikulur Kabupaten Lebak, kini kondisinya sangat memprihatinkan. Hal ini dirasakan oleh para pengguna jalan tersebut bila mengendarai kendaraan baik roda dua (motor) maupun roda empat (mobil) akan terasa tidak aman dan nyaman. Pasalnya, jalan desa sepanjang 1 kilometer itu berlubang bak kubangan kerbau dan tidak rata (bergelombang –red), sehingga perlu ekstra hati-hati bila melalui jalan tersebut kalau mau selamat.
Kondisi jalan rusak dan memprihatikan itu amat dikeluhkan oleh warga desa khususnya warga Desa Sukaharja Kecamatan Cikulur. seperti dituturkan Ketua BPD Sukaharja, Inung pada MN dikediamannya (23/11).
Menurutya, Jalan Golodog – Parage Panjang pernah dibangun sekitar tahun 2002 silam, sejak itu hingga sekarang belum ada lagi tanda-tanda akan dibangun. Padahal kondisi jalan itu sudah sangat tidak layak dilalui oleh kendaraan, terlebih bila musim hujan tiba, kondisi jalan yang tidak rata, berlubang dan licin.
“Bila lewat jalan tersebut harus hati-hati pak, soalnya banyak lubang, apalagi sekarang musim hujan sangat licin,” kata Inung.
Dijelaskan Inung, Jalan Golodog – Parage panjang tersebut merupakan jalan vital (utama –red) yang sering dilalui oleh warga Desa Sukaharja dan sekitarnya apabila ingin berobat ke Puskesmas atau ke kantor kecamatan maupun ke Polsek Cikulur guna mengurus sesuatu hal. Aktivitas warga desa akan sedikit mengalami hambatan tatkala melewati jalan tersebut.
Terpisah, Pjs Kepala Desa Sukaharja, Suparta saat ditemui MN di kantornya (23/11) mengatakan, pihaknya sering menerima keluhan dari warganya terkait kondisi jalan rusak yang menghubungkan Desa Sukaharja dan Desa Parage serta desa-desa lainnya. Keluhan warga tersebut, lanjut Suparta, yang pada akhirnya mendesak untuk segera diperbaiki atau dibangunnya jalan Golodog – Parage panjang agar segala aktivitas warga desa tidak mengalami hambatan.
Masih dikatakan Suparta, pihaknya pernah mengusulkan pembangunan jalan tersebut pada pemerintah khususnya Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lebak, agar masuk pada kegiatan pembangunan jalan poros desa atau Hotmik Masuk Desa (HMD). Padahal usulan tersebut lanjutnya lagi, diusulkan melalui proses yang baik dan bertahap sesuai prosedur yakni, pada acara Musrenbangdes lalu dilanjutkan pada Musrenbangkec kemudian disusul melalui proposal, tapi hingga kini belum ada realisasi dari Pemkab Lebak.
“Keluhan warga desa, mendesak Pemkab Lebak untuk segera membangun jalan Golodog – Parage Panjang sepanjang 1 kilometer untuk segera dibangun, karena kondisinya sudah sangat memprihatikan,” kata Suparta.
RA. Sudrajat
Langganan:
Postingan (Atom)